Aksi Komunitas MathCityMap Makassar

Oleh: Jamaluddin Tahuddin

Setelah mengikuti Bimbingan Teknis Penguatan Keterampilan Numerasi Guru Dikdas Melalui MathCityMap (MCM), saya langsung mencoba membuat satu Math Trail di lingkungan sekolah untuk diujicobakan kepada siswa. Math Trail ini terdiri dari 5 titik yang terdiri dari objek-objek yang memiliki konteks numerasi. Kelima objek tersebut adalah Mading sekolah, kolam ikan, lapangan bulutangkis, halaman sekolah, dan pondasi tiang bendera. Siswa kemudian menyelesaikan masalah yang diberikan pada setiap titik objek tersebut secara berkelompok dengan menggunakan aplikasi MathCityMap yang ada di smartphone mereka. Setiap kelompok terdiri dari 4 – 5 orang siswa dan dibekali satu rangkap lembar kerja untuk menuliskan langkah penyelesaian pada setiap masalah yang diberikan.

Semua siswa sangat antusias mengikuti kegiatan ini. Bahkan menariknya lagi, ada salah seorang siswa yang terkenal sebagai Trouble Maker di kelas justru sangat aktif melakukan pengukuran dan berusaha menyelesaikan semua trail yang diberikan. Hingga saya mengajak beberapa orang rekan guru untuk ikut mengamati siswa tersebut. Betapa tidak, siswa yang bersangkutan hampir setiap hari menjadi topik perbincangan guru-guru di kantor setiap usai mengajar. Ia sangat terkenal di kalangan guru sebagai siswa pembuat onar alias Trouble Maker di kelasnya. Tapi, kali ini tidak demikian adanya.

Berangkat dari pengalaman di kelas, saya menjadi semakin tertarik untuk membuat Math Trail lebih banyak lagi. Ini bertujuan agar siswa dapat melakukan aktifitas yang dapat menguatkan keterampilan numerasi di berbagai tempat di luar sekolah. Terutama tempat-tempat wisata atau tempat bersejarah yang selama ini mereka pandang hanya dari sisi literasi saja. Aktifitas MathCityMap diharapkan selain dapat menguatkan keterampilan numerasi siswa, juga dapat menguatkan kemampuan literasi mereka. Hal ini sangat dimungkinkan karena pada setiap trail yang dibuat mesti dicantumkan keterangan atau penjelasan mengenai objek yang ada pada setiap trail. Sehingga selain menyelesaikan masalah melalui konteks numerasi, siswa juga dapat menambah wawasan melalui aktifitas literasi membaca keterangan setiap objek.

Oleh karena itulah, pada pekan berikutnya saya berkunjung ke salah satu benteng peninggalan kerajaan Gowa yang pernah diduduki Belanda, yaitu Benteng Jumpandang atau yang lebih dikenal dengan nama Fort Rotterdam. Saya tertarik membuat Math Trail di tempat ini karena selain memiliki nilai historis yang sangat tinggi, tempat ini juga menjadi salah satu tempat bersejarah favorit yang sering dikunjungi siswa. Di tempat ini, saya berhasil membuat satu Trail yang terdiri dari enam titik.

Sebelum trail ini diajukan ke tim pengelola aplikasi MathCityMap untuk direview, terlebih dahulu saya mengajak rekan-rekan guru dari sekolah lain untuk membantu mereview trail tersebut. Mereka terdiri dari guru matematika, sains, bahasa Inggris, dan bahasa Indonesia. Saya sengaja melibatkan guru-guru dari berbagai mata pelajaran untuk meyakinkan seluruh guru bahwa numerasi bukan menjadi milik dan tanggung jawab guru matematika semata, melainkan menjadi milik dan tanggung jawab seluruh guru. Alhamdulillah saran dan masukan teman-teman guru sangat berarti. Mulai dari struktur bahasa, kompleksitas masalah, hingga konteks numerasi yang bisa dikaitkan dengan objek di setiap titik menjadi bahan diskusi bersama teman-teman di halaman Fort Rotterdam.

Alhamdulillah hasilnya pun sangat memuaskan karena tidak butuh waktu lama, Math Trail di Fort Rotterdam lolos review dan dinyatakan layak untuk dipublikasikan oleh tim pengelola MCM. Tidak hanya itu, Math Trail di Fort Rotterdam juga terpilih sebagai Trail of The Month di halaman beranda portal MathCityMap yang bisa diakses melalui https://mathcitymap.eu/en/trail-of-the-month-math-trail-di-fort-rotterdam-macassar/. Tentunya ini membuat saya bersama teman-teman komunitas MathCityMap Makassar sangat berbangga karena tidak semua trail bisa dipublikasikan apalagi terpilih menjadi Trail of The Month.

Tidaklah berlebihan jika kami menganggap aplikasi ini sangat menarik dan patut untuk didiseminasikan kepada rekan guru yang lain. Oleh karena itu, melalui MGMP Matematika SMP Kota Makassar kami mengadakan Workshop Penguatan Keterampilan Numerasi Melalui MathCityMap bagi Guru Matematika SMP di kota Makassar. Sebetulnya banyak sekali guru yang berminat dan ingin mengikuti kegiatan ini. Akan tetapi karena pertimbangan protokol kesehatan maka jumlah peserta dibatasi oleh panitia.

Kegiatan workshop yang dilaksanakan di SMP Telkom Makassar ini, tidak hanya dilakukan di dalam ruangan saja akan tetapi di luar ruangan juga. Panitia mengadakan kegiatan Outing Class pembuatan Math Trail di Pantai Losari Makassar agar peserta workshop bisa mengeksplorasi aplikasi MCM lebih jauh. Pada kegiatan Outing Class ini, peserta dibagi menjadi beberapa kelompok dimana setiap kelompok terdiri dari 4 – 5 orang. Setiap peserta wajib membuat minimal satu Task kemudian digabungkan dengan Task dari teman yang lain menjadi satu Trail. Dengan demikian, terbentuk beberapa Trail di Pantai Losari Makassar. Sehingga pengunjung pantai nantinya selain menikmati panorama di Pantai Losari, juga dapat meningkatkan keterampilan literasi dan numerasi mereka di tempat ini.

Leave a Reply